Pages

Subscribe:

Selasa, 13 Maret 2012

Makalah Tugas Pengantar Pendidikan

MAKALAH
PENGERTIAN, FUNGSI DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan
Dosen H. Ayi M. Toha, MM
Disusun Oleh :
KELOMPOK 5



STKIP CIREBON.jpg




SEKOLAH TINGGI ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN MUHAMMADIYAH CIREBON
2011
MAKALAH
PENGERTIAN, FUNGSI DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan
Dosen H. Ayi M. Toha, MM
Disusun Oleh :
Siti Patimah (NIM 10039963)
Puji Rahayu
Ati Komariah
Yenny Ramadhani Putri

STKIP CIREBON.jpg


SEKOLAH TINGGI ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN MUHAMMADIYAH CIREBON
2011
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Illahi Rabbi karena atas karunia dan rahmatNya makalah yang berjudul “Pengertian, Fungsi dan Jenis Lingkungan Pendidikan” ini dapat di selesaikan tepat pada waktunya.
Makalah yang berjudul “Pengertian, Fungsi dan Jenis Lingkungan Pendidikan” ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok dalam Mata Kuliah Pengantar Pendidikan dan untuk menambah wawasan keilmuan. Dalam penyelesaian makalah ini, banyak dorongan dan bantuan dari berbagai pihak, baik secara moril ataupun materil. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada :
1.      H. Edje Djalaludin, MM selaku ketua STKIP MuhammadiyahCirebon;
2.      H. Ayi M. Toha, MM selaku dosen Mata Kuliah Pendidikan Keterampilan Berbahasa
3.      Seluruh dosen STKIP Cirebon;
4.      Orang tua tercinta yang selalu mendukung baik moril maupun materil yang senantiasa berdoa dan menyayangi penyusun;
5.      Rekan-rekan mahasiswa yang telah membuat penyusun termotivasi;
6.      Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini;
Mudah-mudahan segala bantuan dan motivasinya yang telah diberikan kepada penyusun mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Amin.
Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan oleh karena itu kritik dan saran sangat penyusun harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi penyusun dan umumnya bagi pembaca.

Sumedang,    Februari 2011
Penulis



DAFTAR ISI

Kata Pengantar


Daftar Isi


BAB I PENDAHULUAN
........................

A.    Latar Belakang
........................

B.     Tujuan Penulisan
........................

C.     Metode Penulisan
........................

D.    Sistematika Penulisan
........................

BAB II PEMBAHASAN
........................

A.    Pengertian dan Fungsi Lingkungan Pendidikan
........................

B.     Tripusat Pendidikan
C.     Pengaruh Timbal Balik
.......................

BAB III KESIMPULAN
.......................








BAB I PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tripusat pendidikan, yang akan mempengaruhi manusia secara bervariasi. Seperti dietahui setiap bayi manusia dilahirkan dalam lingkungan keluarga tertentu yang merupakan lingkungan pendidikan terpenting sampai anak masuk taman kanak-kanak ataupun sekolah. Oleh karena itu, keluarga sering dipandang sebagai lingkungan pendidian pertama dan utama. Makin bertambah usia manusia, peranan sekolah dan masyarakat luas makin penting namun peran keluarga tidak terputus.
Pemahaman peranan keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan akan sangat penting dalam upaya membantu perkembangan peserta didik yang optimal. Pemahaman itu bukan hanya tentang peranannya masing-masing, tetapi juga keterkaitan dan saling pengaruh antarketiganya dalam perkembangan manusia. Sebab pada hakikatnya peranan ketiga pusat pendidikan itu selalu secara bersama-sama mempengaruhi manusia.
Pada makalah ini kami akan membahas tentang pengertian dan fungsi lingkungan pendidikan, tripusat pendidikan dan pengaruh timbal balik antara tripusat pendidikan dan perkembangan peserta didik.

B.     Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk memenuhi salah satu tugas kelompok, yaitu tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan
2.      Untuk memahami pengertian dan peranan lingkungan pendidikan bagi peserta didik
3.      Untuk memahami tripusat pendidikan sebagai lingkungan pendidikan, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat
4.      Untuk memahami saling pengaruh antarketiga tripusat pendidikan terhadap perkembangan peserta didik

C.    Manfaat
Dalam membahas makalah ini, penyusun menggunakan metode, yaitu Studi literatur, yaitu penggunaan bahan-bahan penyusunan yang bersumber dari buku-buku referensi dan website
D.    Sistematika Penulisan
BAB 1 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Tujuan
C.     Metode Pendekatan
D.    Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian dan Fungsi Lingkungan Pendidikan
B.     Tripusat Pendidikan
C.     Pengaruh Timbal Balik antara Tripusat Pendidikan Terhadap Perkembangan Peserta Didik
BAB III KESIMPULAN















BAB II PEMBAHASAN

            Manusia memiliki kemampuan yang bisa dikembangkan melalui pengalaman. Pengalaman itu terjadi karena interaksi manusia dengan lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial manusia secara efektif dan efisien itulah yang disebut pendidikan. Sedangkan latar tempat berlangsungnya pendidikan itu disebut lingkungan pendidikan, khususnya pada tiga lingkungan utama pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat (Umar Tirtaraharja et. al., 1990:39-40 dalam Tirtarahardja, 2005:163
Kajian tentang lingkungan pendidikan akan dimulai dengan pengertian dan fungsi lingkungan pendidikan, disusul dengan kajian setiap pusat dari tripusat pendididkan dan diakhiri dengan kajian tentang saling pengaruh antar ketiganya.
A.     Pengertian dan Fungsi Lingkungan Pendidikan
Menurut Sartain (ahli psikologi Amerika), yang dimaksud lingkungan meliputi kondisi dan alam dunia ini yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes. Meskipun lingkungan tidak bertanggung jawab terhadap kedewasaan anak didik, namun merupakan faktor yang sangat menentukan yaitu pengaruhnya yang sangat besar terhadap anak didik, sebab bagaimanapun anak tinggal dalam satu lingkungan yang disadari atau tidak pasti akan mempengaruhi anak. Pada dasarnya lingkungan mencakup lingkungan fisik, lingkungan budaya, dan lingkungan sosial. Lingkungan sekitar yang dengan sengaja digunakan sebagai alat dalam proses pendidikan(pakaian, keadaan rumah, alat permainan, buku-buku, alat peraga, dll) dinamakan lingkungan pendidikan.
Lingkungan pendidikan merupakan salah satu unsur di dalam pendidikan sebagai sebuah sistem (Nurchotimah, 2009). Menurut Kosim (2008), lingkungan pendidikan adalah suatu institusi atau kelembagaan dimana pendidikan itu berlangsung. Menurut Mudyahardjo (2008:3), lingkungan pendidikan adalah pendidikan berlangsung dalam segala lingkungan hidup, baik yang khusus diciptakan untuk kepentingan pendidikan maupun yang ada dengan sendirinya. Jadi, lingkungan pendidikan adalah suatu unsur dalam pendidikan berupa tempat, keadaan, alat, peristiwa, orang, benda yang berhubungan dengan pendidikan dan menunjang proses belajar mengajar hingga terwujudnya tujuan pendidikan. Lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan, sebab lingkungan pendidikan tersebut berfungsi menunjang terjadinya proses belajar mengajar secara aman, nyaman, tertib, dan berkelanjutan (Kosim, 2008). Secara umum fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam interaksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya, utamanya berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang optimal (Hartoto, 2008).
Tujuan pendidikan menurut UU RI No. 20 tahun 2003 tentang UU SISDIKNAS Pasal 3 yaitu bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Dalam menunjang tercapainya tujuan pendidikan, pendidikan formal, nonformal, dan informal sangat berpengaruh. Ketiga pendidikan tersebut tergolong jalur pendidikan. Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan (UU RI No. 20 tahun 2003 tentang UU SISDIKNAS Pasal 1 ayat 8). Menurut UU RI No. 20 tahun 2003 tentang UU SISDIKNAS Pasal 1 ayat 11-13, pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formalyang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Sedangkan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.
Lingkungan disini dapat berupa masyarakat. Masyarakat akan dapat berfungsi dengan sebaik-baiknya jika setiap individu belajar berbagai hal, baik pola-pola tingkah laku umum maupun peranan yang berbeda-beda. Untuk itu proses pendidikan harus berfungsi untuk mengajarkan tingkah laku umum dan untuk menyeleksi dan menyiapkan individu untuk peranan-peranan tertentu. Pelaksanaan pendidikan dilakukan melalui tiga kegiatan yaitu membimbing, mengajar, dan melatih (Ayat 1 Pasal 1 UU RI No. 2/1989 dalam Tirtarahardja, 2005:165). Meskipun ketiga kegiatan itu pada hakikatnya tri tunggal, namun dapat dibedakan aspek tujuan pokok dari ketiganya yaitu:
1. Membimbing, berkaitan dengan pemantapan jati diri dan pribadi dari segi-segi perilaku umum (aspek afektif).
2. Mengajar, berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan (aspek kognitif).
3. Melatih, berkaitan dengan keterampilan dan kemahiran (aspek psikomotorik).
Pemantapan ketiga sisi tujuan pendidikan itu yakni manusia yang sadar akan harkat dan martabatnya, menguasai ilmu pengetahuan, dan memiliki suatu spesialisasi/keterampilan tertentu, yang disebut sebagai manusia seutuhnya. Di masa depan ketiga sisi itu sangat penting karena harus mampu menyesuaikan diri dengan era globalisasi dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan dari segi lain, harus mampu memenangkan persaingan yang semakin ketat dan tampil sebagai yang unggul dalam bidang spesialisasinya. Karena itu peningkatan fungsi ketiga lingkungan pendidikan, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama akan sangat penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang bermutu.

B.     Tripusat Pendidikan
Kehidupan manusia merupakan kehidupan yang terintegrasi dan kontinyu serta tidak dapat dilepaskan antara satu dengan lainnya. Manusia sepanjang hidupnya akan selalu menerima pengaruh dari lingkungan pendidikan. Dilihat dari segi anak didik, tampak bahwa anak didik secara tetap hidup di dalam lingkungan masyarakat tertentu tempat ia mengalami pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan tersebut meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah an lingkungan masyarakat, yang disebut tripusat pendidikan, dimana anak mendapatkan pendidikannya (Soelaeman, 1988).
1.      Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan terpenting. Dikatakan pertama karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan. Dikatakan terpenting karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah dalam keluarga. Sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga (Indrakusuma, 1973:109).
Keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, bersifat informal, yang pertama dan utama dialamai oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati orang tua bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi, dan mendidik anak agar tumbuh adn berkembang dengan baik. (Hartanto;2008).
Pendidikan keluarga berfungsi:
a. Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak
b. Menjamin kehidupan emosional anak.
c. Menanamkan dasar pendidikan moral.
d. Memberikan dasar pendidikan sosial
e. Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak.


2.      Sekolah
Di antara tiga pusat pendidikan, sekolah merupakan sarana secara sengaja dirancang untuk melaksanakan pendidikan. Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orangtua dalam keluarga terutama dalam hal ilmu pengetahuan. Keluarga tidak mungkin lagi memenuhi seluruh kebutuhan dan aspirasi generasi muda terhadap IPTEK. Semakin maju masyarakat semakin penting peranan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda sebelum masuk dalam proses pembangunan masyarakatnya itu. Sekolah bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak selama mereka diserahkan kepadanya. Karena itu sebagai sumbangan sekolah sebagai lembaga terhadap pendidikan, diantaranya sebagai berikut:
·         Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
·         Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah.
·         Sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
·         Di sekolah diberikan pelajaran etika, keagamaan, estetika, membenarkan benar atau salah, dan sebagainya.

3.      Masyarakat
Dalam konteks pendidikan, masyarakat merupakan lingkungan lingkungan keluarga dan sekolah. Pendidikan yang dialami dalam masyarakat ini, telah mulai ketika anak-anak untuk beberapa waktu setelah lepas dari asuhan keluarga dan berada di luar dari pendidikan sekolah. Dengan demikian, berarti pengaruh pendidikan tersebut tampaknya lebih luas.
Corak dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat banyak sekali, ini meliputi segala bidang, baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan, pembentukan pengertia-pengertian (pengetahuan), sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan.
Kaitan antara masyarakat dan pendidikan dapat ditinjau dari tiga segi, yakni:
·         Masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan, baik yang dilembagakan maupun yang tidak dilembagakan.
·         Lembaga-lembaga kemasyarakatan dan atau kelompok sosial di masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung, ikut mempunyai peran dan fungsi edukatif.
·         Dalam masyarakat tersedia berbagai sumber belajar, baik yang dirancang (by design) maupun yang dimanfaatkan (utility).
Fungsi masyarakat sebagai pusat pendidikan sangat tergantung pada taraf perkembangan dari masyarakat itu beserta sumber-sumber belajar yang tersedia di dalamnya. Terdapat sejumlah lembaga kemasyarakatan dan atau kelompok sosial yang mempunyai peran dan fungsi edukatif yang besar, antara lain: kelompok sebaya, organisasi kepemudaan, organisai keagamaan, organisasi politik, media massa, dan sebagainya. Lembaga atau kelompok sosial tersebut pada umumnya memberikan kontribusi bukan hanya dalam proses sosialisasi, tetapi juga dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggotanya.
Setelah keluarga, kelompok sebaya mungkin paling besar pengaruhnya terhadap pembentukan kepribadian, terutama pada saat anak berusaha melepaskan diri dari pengaruh kekuasaan orang tua. Pada masa peralihan ini sering terjadi konflik antara orang tua dan anak. Yang dimaksud kelompok sebaya (peers group) adalah suatu kelompok yang terdiri orang-orang yang bersamaan usianya, antara lain: kelompok bermain pada masa kanak-kanak, kelompok monoseksual yang hanya beranggotakan anak-anak sejenis kelamin, atau gang yaitu kelompok anak-anak nakal. Dampak edukatif dari keanggotaan kelompok sebaya itu antara lain karena interaksi sosial yang intensif dan dapat terjadi setiap waktu, dan dengan melalui peniruan (model) serta mekanisme penerimaan/penolakan kelompok. Terdapat beberapa fungsi kelompok sebaya terhadap anggotanya (Wayan Ardhana, 1968: Modul 5/19 dalam Tirtarahardja, 2005:181) antara lain:
·         Mengajar berhubungan dan menyesuaikan diri dengan orang lain.
·         Memperkenalkan kehidupan masyarakat yang lebih luas.
·         Menguatkan sebagian dari nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat orang dewasa.
·         Memberikan kepada anggota-anggotanya cara-cara untuk membebaskan diri dari penguasaan kekuasaan otoritas.
·         Memberikan pengalaman untuk mengadakan hubungan yang didasarkan pada prinsip permasaan hak.
·         Memberikan pengetahuan yang tidak bisa diberikan oleh keluarga secara memuaskan (pengetahuan mengenai cita rasa berpakaian, musik, jenis tingkah laku tertentu, dan lain-lain).
·         Memperluaskan cakrawala pengalaman anak, sehingga ia orang yang lebih kompleks.
Organisasi kepemudaan pada umumnya mempunyai prinsip dasar yang sama yakni menyalurkan hasrat kelompok pemuda kepada hal-hal yang berguna. Organisasi ini mempunyai berbagai jenis latar belakang yang berbeda, seperti sosial-edukatif (OSIS, PMR, Pramuka, dan sebagainya), sosial keagamaan, sosial-politik dan lain sebagainya. Disamping penambahan pengetahuan dan keterampilan, organisasi kepemudaan tersebut terutama sangat bermanfaat dalam membantu proses sosialisasi serta mengembangkan aspek afektif dari kepribadian (kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian). Peranan organisasi keagamaan pada umumnya sangat penting karena berkaitan dengan keyakinan agama. Organisasi ini menyediakan pendidikan bagi anak-anaknya, yakni:
a)      Mengajarkan keyakinan serta praktek-praktek keagamaan dengan cara memberikan pengalaman-pengalaman yakng menyenangkan bagi mereka.
b)      Mengajarkan kepada mereka tingkah laku dan prinsip-prinsip moral yang sesuai dengan keyakinan-keyakinan agamanya.
c)      Memberikan model-model perkembangan bagi watak.

C.     Pengaruh Timbal Balik antara Tripusat Pendidikan Terhadap Perkembangan Peserta Didik.
Perkembangan peserta didik dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni hereditas, lingkungan, proses perkembangan, dan anugerah. Khusus untuk faktor lingkungan, peran tripusat pendidikan itulah yang paling menentukan, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Dikaitkan dengan tiga poros kegiatan utama pendidikan (membimbing, mengajar, dan melatih), peranan ketiga tripusat pendidikan bervariasi meskipun ketiganya melakukan tiga kegiatan pokok dalam pendidikan. Setiap pusat pendidikan dapat berpeluang memberikan kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan, yakni:
a.       Pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya
b.      Pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan
c.       Pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan.
Kontribusi itu akan berada bukan hanya antar individu, tetapi juga faktor pusat pendidikan itu sendiri yang bervariasi di seluruh wilayah Nusantara. Namun kecenderungan umum, utamanya pada masyarakat modern, kontribusi keluarga pada aspek penguasaan pengetahuan dan pemahiran keterampilan makin mengecil dibandingkan dengsan kontribusi sekolah dan masyarakat.
Disamping peningkatan kontribusi setiap pusat pendidikan terhadap perkembangan peserta didik, diprasyaratkan pula keserasian kontribusi itu, serta kerja sama yang erat dan harmonis antartripusat tersebut. Berbagai upaya dilakukan agar program-program pendidikan dari setiap pusat pendidikan tersebut saling mendukung dan memperkuat antara satu dengan lainnya. Dengan kontribusi tripusat pendidikan yang saling memperkuat dan saling melengkapi itu akan memberi peluang mewujudkan sumber daya manusia terdidik yang bermutu.
Salah satu masalah yang banyak dibicarakan ialah sekolah sebagai produk masyarakat modern sering membawa dampak negatif karena secara terselubung menghantar generasi terdidik ke kota-kota besar. Seperti diketahui, dislokasi sekolah yaitu adalah makin tinggi jenjang sekolah itu makin dekat ke kota besar, sehingga Perguruan Tinggi pada umumnya di ibukota provinsi. Hal itu membawa dampak negatif yakni terpusatnya tenaga terdidik di daerah perkotaan, dan hanya sedikit yang kembali ke daerah pedesaan. Program-program kuliah kerja nyata (KKN), pengerahan tenaga sarjana sukarela ke pedesaan, dan sebagainya belum berhasil mengatasi hal itu. Oleh karena itu, terdapat berbagai pendapat yang diarahkan pada perbaikan program persekolahan, khususnya kurikulum, agar lebih diorientasikan pada kebutuhan daerah yang bersangkuatan.
Dengan demikian, pendidikan akan mampu melaksanakan secara serentak fungsi pelestarian kebudayaan dan fungsi pengembangan dari kebudayaan yang diembannya itu. Seiring dengan itu, sekolah sebagai pusat pendidikan akan lebih dekat dengan pusat-pusat lainnya yakni keluarga dan masyarakat, sehingga tripusat pendidikan itu diharapkan dapat menunaikan tugasnya untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya dan membangun seluruh masyarakat Indonesia.

BAB III KESIMPULAN

            Pendidikan merupakan suatu proses yang kompleksdan melibatkan berbagai pihak khususnya keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang dienal sebagai tripusat pendidikan. Fungsi dan peranan tripusat pendidikan itu baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan pendidikan yakni membangun manusia Indonesia seutuhnya serta menyiapkan sumber daya manusia pembangunan yang bermutu. Dengan demikian, pemenuhanfungsi dan peranan itu secara optimal merupakan salahsatu faktor penentu keberhasilan pembangunan nasional.


* ~^~Semoga Bermanfaaat~^~ *

1 komentar:

PAK SUKIMAN mengatakan...

saya Sukiman seorang TKI DI MALAYSIA
pengen pulang ke indonesia tapi gak ada ongkos
sempat saya putus asa apalagi dengan keadaan susah
gaji istri saya itupun buat makan sehari2. sedangkan hutang banyak
kebetulan istri saya buka-buka internet Dan mendapatkan
nomor MBAH KASSENG (0853-4288-2547) katanya bisa bantu orang melunasi hutang
melalui jalan TOGEL dan dengan keadaan susah, terpaksa saya
hubungi dan minta angka bocoran TOTO DAN MAGNUM
angka yang di berikan waktu itu 4D yang nombor 1
ternyata betul-betul tembus 100% alhamdulillah dapat 269.jt Oleh Karna itu saya posting no HP MBAH KASSENG ini supaya saudarah-saudara ku di indonesia maupun di luar negri yang sangat kesulitan masalah ekonomi (kesusahan) jangan anda putus asa. Karna jalan masih panjang yang penting anda tdk malu atau takut menghubungi MBAH KASSENG. Semua akan berubah Karna kesuksesan ada pada diri kita sendiri. Yakin dan percaya bahwa itu semua akan tercapai berkat bantuan dari mbah AMIN.
MBAH KASSENG
NO: 0853-4288-2547 / +6285-342-882-547

Posting Komentar